Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 April 2014

Giveaway : Dongeng Sarat Manfaat

Kumpulan Dongeng Anak

Dongeng, tentu saja sudah tidak asing lagi bagi kita. Ketika kecil, orang tua, sering mendongeng kepada anaknya sebelum tidur, ibu guru di taman kanak-kanak juga selalu menyisipkan dongeng di sela belajar dan bermain para siswa. Ketika sudah beranjak dewasa, dan bahkan menjadi orang tua, atau guru di sekolah, mempunyai kemampuan mendongeng itu ternyata sangat penting.

Alasan kenapa orang tua atau guru sebaiknya bisa mendongeng, karena banyak sekali manfaat dongeng untuk tumbuh kembang anak. Sebelum kita gali lebih dalam apa manfaat dongeng, mari kita coba cermati apa itu dongeng. Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata yang dirangkai menjadi sebuah alur perjalanan hidup yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

Dongeng memiliki banyak sekali manfaat baik untuk si pendongeng maupun si pendengar. Bagi si pendongeng, kegiatan mendongeng bisa digunakan sebagai penyalur uneg-uneg yang tidak tersalurkan. Adapun bagi si pendengar, ternyata lebih banyak manfaatnya. Berikut ini manfaat dongeng bagi pendengar (anak) yang saya sarikan dari AyahBunda:


  1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena anak akan kenal banyak kosa kata.
  2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
  3. Meningkatkan minat baca.
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir.Meningkatkan keterampilan problem solving.
  5. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
  6. Mengembangkan emosi.
  7. Memperkenalkan nilai-nilai moral.
  8. Memperkenalkan ide-ide baru.
  9. Mengalami budaya lain.
  10. Relaksasi. 
  11. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.

Ternyata banyak sekali manfaat dari dongeng bagi anak. Karena itu, meskipun sibuk dengan aktivitas di luar rumah, saya usahakan jika ada kesempatan saya akan mendongeng untuk anak saya.

Saat ini, Azzam anak saya, berumur 17 bulan. Meskipun masih sangat kecil untuk mengerti dan mengambil hikmah dari dongeng yang saya ceritakan,  tetap banyak manfaat untuk saya maupun anak saya dengan adanya kegiatan mendongeng ini.

Kegiatan mendongeng saya tidak hanya saya lakukan ketika anak mau tidur saja. Bagi saya, mendongeng itu bisa di mana saja. Karena semakin bervariasi tempat kita mendongeng, media peraga untuk mendongeng pun semakin bervariasi.

"Bebek Karet" Gambar diambil dari Sini

Misalkan ketika anak mandi, kita bisa sekaligus mendongeng singkat sambil bernyanyi. Kebetulan di bak mandi anak saya, saya selalu menyediakan mainan, baik itu berupa bebek dari karet ataupun bola-bola plastik. Mainan-mainan inilah yang bisa digunakan sebagai alat peraga untuk mendukung dongeng yang sedang kita sampaikan. Kegiatan mandi menjadi semakin menyenangkan dengan cerita tentang “bebek adus kali” yang saya ceritakan sambil diiringi dengan nyanyian.

"Bebek Adus Kali"  Gambar diambil dari Sini

Selain di kamar mandi dan kamar tidur tentunya, saya juga beberapa kali mendongeng di dapur, di halaman belakang rumah, sampai di kandang kambing ataupun kandang kelinci. Karena lokasi yang bermacam-macam tadi, materi dongeng pun saya sesuaikan dengan lokasi di mana saya mendongeng.


Nah, seru sekali bukan kegiatan mendongang itu. Bagi ibu-ibu yang bekerja di luar rumah, tidak usah berkecil hati jika tidak punya kesempatan mendongeng sebelum tidur. Mendongeng sambil menikmati liburan juga bentuk quality time orang tua dengan anak lho. Karena itu, yuk sempatkan mendongeng untuk anak, karena banyak sekali manfaatnya baik untuk yang mendongeng maupun yang mendengarkan.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Dongeng Anak

Senin, 24 Maret 2014

Curhatnya Seorang Dosen Baru

Alhamdulillah, total sudah lima semester saya kembali memasuki dunia pendidikan tinggi. Bukan sebagai mahasiswa Program Doktor, tetapi sebagai staff pengajar di Perguruan Tinggi. Tiga semester awal saya lalui sebagai dosen tidak tetap di salah satu PTN di Sumatera Utara. Sempat berhenti selama satu semester ketika anak saya lahir dan kami memutuskan untuk hijrah ke Kendal. Dua semester ini saya diangkat sebagai dosen tetap di sebuah PTS baru di Kendal, kampung halaman saya.

Keceriaan Sebelum Berangkat

Saya sangat menikmati pekerjaan saya sebagai pengajar. Berkesempatan berbagi ilmu adalah alasan yang utama. Bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa yang kritis dan antusias dengan materi yang saya berikan adalah kepuasan tersendiri. Alasan berikutnya adalah bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan rekan kerja sesama dosen yang semakin menambah ilmu dan wawasan yang saya punya. Sungguh nikmat yang luar biasa yang Alloh berikan kepada saya.

Meskipun masih seumur jagung menjadi seorang dosen, banyak sekali hal yang membuat saya merasakan manis, asam, asin dan pahitnya kehidupan. Hehe. Sebagai pengguna social media, terutama facebook dan twitter tak jarang saya mencurahkan isi hati ke dalam “status facebook” dan kicauan di twitter.

Kisah manis dan bercampur sedikit asam seperti tergambar pada status saya berikut ini:

Curhat #1


9 September 2011 
“banyak yang mengira saya mahasiswa, hehe jadi pengen jadi mahasiswa lagi.. :D”

Ada dua kejadian yang melatar belakangi munculnya status tersebut. Kejadian pertama adalah ketika pertama kali memasuki ruangan kantor dosen, teman-teman dosen mengira saya mahasiswa yang sedang mencari dosen. Maklum saja, saat itu saya masih berumur 24 tahun, masih imut-imut, masih pantas juga menjadi mahasiswa S1. Ahh saya jadi tersipu malu.. Kejadian kedua adalah ketika saya berjalan pulang selepas mengajar. Beberapa mahasiswa yang sedang berkumpul memanggil saya dan berkata. “Dek, dapat salam dari kawanku”. Saya hanya belalu diam. Tak saya pedulikan lagi mahasiswa-mahasiswa tersebut memanggil. Dalam hati saya, sebel banget, tapi pengen ngakak juga. Ternyata ada-ada saja ya tingkah polah mahasiswa.

Seorang sahabat bernama Adis Imam Munandar memberikan komentar “saya senang atau sedih yah.. senang: berarti awet muda.. sedih: kelakuan kayak anak kecil kali jadi disangka mahasiswi dech.. :p”

Komentar tersebut memang benar adanya. Ada dua kemungkinan banyak orang yang mengira saya mahasiswa. Yang pertama mungkin karena saya memang awet muda.. hehe, yang ini minta ditimpuk. Atau yang kedua, karena kelakuan saya yang seperti anak kecil. Apakah cara bicara saya, ataukah sikap dan pembawaan saya. Entahlah, yang pasti saya harus banyak introspeksi diri dengan adanya komentar ini.

Tidak hanya kisah manis asam saja yang pernah saya alami dan saya tuliskan di status facebook. Kisah asin dan pahit berikut ini juga saya tuangkan di status facebook berikut ini:

1 Agustus 2012 
“seobjektif mungkin saya berusaha menilai sesuatu,, namun kalau masih saja ada yang keberatan seharusnya bicarakan baik2 tidak dengan mengumpat dengan akun facebook yang tidak jelas, itu tidak mencerminkan perilaku mahasiswa..”

Curhat #2

Status tersebut dilatarbelakangi oleh kejadian yang membuat saya menangis semalaman.. Haha, yang ini agak lebay.. Seorang pengguna facebook dengan akun yang tidak dikenal mengirim inbox pada saya yang isinya cacian, makian, protes, dan macam-macam lainnya yang berkaitan dengan cara penilaian yang saya lakukan. Saya merasa sedih dan kecewa. Saya merasa sudah memberikan nilai sesuai ketentuan. Tetapi tetap saja ada pihak-pihak tertentu yang merasa keberatan. Namun, lagi-lagi dengan kejadian ini, saya harus banyak introspeksi diri agar ke depannya semakin baik.

Di tengah kegalauan saya, sahabat terdekat sekaligus teman #BincangMalam saya Rizal Ma’ruf Amidy Siregar berkomentar “zaman edan... sayangnya masih ada mahasiswa/i yang tidak menyadari kalo FB dapat menjadi media SILATURRAHMI.. sayangnya ada yang memanfaatkan FB untuk mengumpat dan mencari musuh.. dan merasa AMAN KARENA TIDAK KELIHATAN. TAPI.. Bukankah ALLAH MAHA MELIHAT???”. 

Komentar sahabat tersebut sedikit melegakan saya. Saya jadi berpikir, mungkin mahasiswa/i yang melakukan protes kepada saya tersebut sedang galau, dan menumpahkan kegalauannya ke social media. Namun, kegalauan yang membabi buta menyerang kesana kemari itu tidak hanya bisa merugikan orang lain, tetapi si pengguna tersebut juga akan terkena dampaknya. Jadi, bijaklah menggunakan social media. Gunakanlah social media untuk menjalin silaturrahmi, bukan untuk mencari musuh.



Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan DuaStatus di BlogCamp.


Rabu, 19 Maret 2014

Danau Toba, Si Cantik yang Terlewatkan

Gambar diambil dari sini

Danau Toba...

Ketika orang-orang punya impian jalan-jalan ke Eropa atau tempat-tempat indah lain di luar negeri sana, saya ingin ke Danau Toba.

Mungkin semua bertanya, kenapa harus ke Danau Toba? 

Apanya sih yang menarik di Danau Toba?

Bukankah saya sudah pernah tinggal dekat dengan Danau Toba?

Bersuamikan lelaki dari suku Batak dan pernah tinggal di Sumatera Utara hampir dua tahun lamanya, seharusnya saya punya banyak waktu untuk sekedar jalan-jalan bahkan mengekslorasi keindahan alam Danau Toba. Bagaimana tidak, pesona alam yang indah di Danau Vulkanik terbesar di dunia sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Selain keindahan alam, kawasan Danau Toba juga kaya akan situs peninggalan sejarah. Di Pulau Samosir, pulau cantik di tengah Danau Toba, terdapat situs bersejarah diantaranya batu sidang di Ambarita, makam kuno orang Batak di Tomok dan situs perkampungan tua di Simanindo.  

Kakak dan Bere di  Tomok

Sayangnya saya melewatkan kesempatan yang saya punya saat itu. Saya terlalu sibuk, atau sok sibuk lebih tepatnya. Atau malas, mungkin ini yang paling tepat. Dengan alasan akses jalan raya dari Kota Padangsidimpuan, tempat tinggal saya di Sumatera, menuju Danau Toba rusak parah, saya urungkan niat jalan-jalan ke sana bersama keluarga.

Menurut cerita suami saya, Danau Toba dulu primadona Sumatera Utara, baik bagi wisatawan asing maupun domestik. Tetapi semenjak tahun 1990-an, Danau Toba mulai sepi, tidak banyak wisatawan yang datang. Krisis moneter yang terjadi dan diikuti dengan gangguan keamanan seperti kerusuhan di Jakarta dan Medan membuat wisatawan asing enggan datang lagi ke Danau Toba. Hal ini juga diperparah dengan bermigrasinya orang-orang yang tinggal di sekitar Danau Toba, yang dulunya menghidupkan wisata budaya di sekitaran Danau Toba.

Jika meminjam istilah “Babe Cabiita”,, AAHH SUDAAHLAAH...

Suatu saat, saya tetap akan ke Danau Toba dan Pulau Samosir Nauli..


Meskipun saat ini saya sudah tidak tinggal di Sumatera Utara lagi, Sumatera Utara khususnya Kota Padangsidimpuan tetap menjadi  kampung halaman ke dua saya. Semoga Alloh memberi kesempatan untuk saya, suami, dan anak-anak yang saat ini tinggal di Pulau Jawa untuk bersilaturahim dengan keluarga di sana. Dan juga tak lupa jalan-jalan bersama keluarga ke Danau Toba. 



Tulisan Ini diikutsertakan pada "MyDreamyVacation" mak Indah Nuria Savitri



Rabu, 05 Februari 2014

"Berani Bicara" Baik dan Santun: Sebuah Proses

Konsisten menulis itu hal yang sulit bagi saya. Ketika kecil, saya suka mengoleksi buku harian lucu, tetapi tak sedikitpun ada tulisan saya di dalamnya. Mungkin hanya ada catatan biodata teman-teman sekelas. Selanjutnya Saya tumbuh besar menjadi seorang remaja yang tidak “Berani Bicara”. Malu mengungkapkan pendapat di depan umum. Perasaan khawatir berbuat/mengajukan pertanyaan bodoh yang pada akhirnya berlanjut muncul perasaan-perasaan tidak pede berbicara di depan umum. 

Saya bersyukur, karena saya masuk program studi yang mengharuskan/memaksa saya untuk “Berani Bicara”. Meskipun pada awalnya saya hanya mendapat nilai asal lulus di mata kuliah yang banyak diskusi dan presentasi. Saya tidak menyerah, hingga pada saat ini saya sudah mulai “Berani Bicara” di depan umum. Alhamdulillah, Alloh memberi kemudahan. Saya bisa melawan rasa malu untuk tampil. 


Proses "Berani Bicara"
Namun, pernahkah anda melihat tayangan di televisi yang kurang mendidik seperti menunjukkan kehidupan glamour remaja di mall, penggunaan bahasa alay, bahkan debat politik yang mirip orang berkelahi. Saya melihat ini akan berdampak buruk terhadap kemampuan berbahasa pada generasi muda. Mereka akan sulit berproses menjadi manusia yang "Berani Bicara" dengan baik lagi santun nantinya. Hal ini menjadi tugas kita bersama. Kita bisa mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan lingkungan sekitar kita. Tanamkan bahwa orang Indonesia "Berani Bicara" tetapi tetap santun adanya.



# 213 kata

Sabtu, 25 Januari 2014

Sabtu Merindu: Liburan di Hari Sabtu


Saya adalah seorang ibu, istri, dan juga salah satu pengajar di sebuah Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Yayasan mengelola sekolah dan asrama (pesantren) dengan jenjang pendidikan SMP hingga Perguruan Tinggi. Nyaris kegiatan selalu ada dari hari Senin sampai Minggu. 

*Ki: Tempat Kerja* *Ka: Suami & Anak*

Sabtu dan Minggu adalah hari libur bagi sebagian orang. Namun tidak bagi Saya. Setiap hari Sabtu, justru Saya bisa dikatakan lembur. Karena Saya harus sampai di kantor pukul 06.00 pagi dan pulang nanti pukul 21.00 malam. Tidak berhenti sampai disitu. Minggu pagi yang bagi sebagian orang adalah saat berkumpul dengan keluarga, tidak bagi Saya. Kembali Saya harus datang ke kantor paling lambat pukul 07.00 pagi.

Jadi, jika bagi sebagian orang Sabtu dan Minggu adalah hari jalan-jalan bersama keluar, Saya tidak bisa melakukannya di dua hari itu. Karena itu Saya mencoba mengikuti tantangan pak de Cholik untuk menulis dengan tajuk Sabtu Merindu. Kenapa Saya tertantang, karena saya merasa rindu Saya terhadap anak, suami, dan keluarga memuncak di hari Sabtu.


Terkadang muncul perasaan capek, malas, dan godaan setan lainnya yang mendatangi Saya. Karena rindu Liburan di Hari Sabtu sungguh saya rindukan. Namun, meskipun Saya harus memupuk rindu di hari Sabtu, saya tidak akan banyak berkeluh kesah. Hehe, padahal dari tadi juga sepertinya isinya keluh kesah saja. Maafkan.. Karena di hari Sabtu dan Minggu saya bisa melakukan kegiatan yang sangat saya sukai, yaitu mengajar. Semoga sedikit pengorbanan yang Saya lakukan ini bisa membantu mencerdaskan masyarakat Indonesia.


Ide "Catatan Rumah Ramah Rubella"

Rumah Ramah Rubella..

Semenjak bergabung dengan KEB, saya mulai lebih sering blogwalking. Ketika blogwalking di blog emak-emak member KEB tersebut, bertemulah saya dengan rumah emak hebat, Graciemelia. Membaca blognya, mendorong saya untuk terus-terus mengikuti halaman demi halaman yang tertulis di sana. Sampailah saya kepada artikel yang berjudul “Rumah Ramah Rubella”. Saya bahkan anda semua mungkin penasaran ketika mendengar R3. Apa sih R3 itu?

Rumah Ramah Rubella

Yuk, simak info yang saya dapat dari group facebook Rumah Ramah Rubella berikut ini:

Rumah Ramah Rubella adalah sebuah komunitas terbuka yang diperuntukkan khususnya bagi para orang tua dengan anak yang terkena Congenital Rubella Syndrome. Orang tua yang sekedar ingin tahu apa itu Congenital Rubella Syndrome dan dampaknya atau ingin tau tentang fisioterapi, pengasuhan, dari anak yang spesial juga boleh bergabung. Di sini kita semua berbagi, belajar, dan berkeluh kesah bersama.

'Rumah' adalah suatu tempat di mana kita merasa diterima oleh keluarga kita. 'Ramah' adalah attitude yang diharapkan antar sesama anggota keluarga. 'Rubella' mengacu pada Congenital Rubella Syndrome yang saat ini menjadi concern kita.

Jadi, harapannya adalah di Rumah Ramah Rubella ini kita tidak merasa sendiri melainkan memiliki sebuah keluarga yang sama-sama berjuang untuk melawan Congenital Rubella Syndrome dan membantu menyadarkan masyarakat tentang bahaya virus Rubella dan pentingnya tes TORCH serta vaksin MMR untuk mencegahnya.

Nah, sudah ada pencerahan kan apa itu R3? 

Mak Graciemelia membentuk R3 setelah aktif menulis tentang Aubrey putri pertamanya yang terkena Congenital Rubella Syndrome. Dari situ ada cukup banyak orangtua yang menghubungi mak Gracie untuk sekedar bertukar cerita tentang anaknya yang juga terkena Congenital Rubella Syndrome atau menanyakan langkah-langkah apa yang mereka harus ambil untuk menyembuhkan putra-putri mereka dan di mana mereka bisa menemukan dokter syaraf atau terapis untuk anak-anak mereka. Ada juga sekedar mengungkapkan unek-unek di mana mereka merasa sendiri dan merasa jatuh karena dicemooh lingkungan sekitarnya.

Menurut saya, terbentuknya R3 sungguh langkah mulia mak Gracie yang harapan ke depannya bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia tentang apa itu TORCH, bahaya dan cara pencegahannya. Saya dan mungkin banyak warga Indonesia yang lain sangat berharap banyak masyarakat luas bisa mengenal R3 agar lebih banyak lagi masyarakat yang tahu, sadar, dan peduli. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Saran dan harapan saya untuk R3 adalah, Semoga suatu saat R3 bisa membuat buku “catatan rumah ramah rubella”. Kenapa saya ingin sekali ada “catatan rumah ramah rubella”? Karena melihat kesuksesan buku yang bertajuk catatan. Hehe. Misalnya Catatan Dahlan Iskan, catatan Si Boy, Catatan Ayah ASI, dan banyak lagi Catatan-catatan lainnya.

Buku yang bertema “catatan rumah ramah rubella” mungkin bisa sebagai tindak lanjut dari kesuksesan “Kalender Rumah Ramah Rubella”. Buku “catatan rumah ramah rubella” mungkin bisa berisi tentang: Mengenal TORCH, Bahaya dan Pencegahan, Sharing Orang Tua dengan anak yang terkena TORCH Kongenital, Sharing Ibu Hamil yang Survive dari TORCH, Sharing Pakar (dokter maupun terapis). Harapannya buku tersebut bisa digunakan sebagai media kampanye agar R3 semakin dikenal dan masyarakat lebih “melek TORCH”.

Semoga buku “catatan rumah ramah rubella” segera terbit dan Allah memudahkan tercapainya langkah mulia Mak Gracie dan teman-teman di R3. Aamiin. Semangat!!!



Info "2nd Giveaway by Dwiex'z Someo"

Sabtu pagi yang mendung.. Semoga tidak mengurangi semangat kita untuk beraktivitas ya.. Saya mau coba share info GiveAway mak dwi puspita.. Semoga bermanfaat..

Aku ingin menepati janji,,,
Janji mau ngadain GiveAway lagi,,,
Ini adalah kali kedua aku mengadakan GiveAway,,,
Semoga kalian para pembaca pada tertarik untuk ikutan,,,

Ada sedikit hadiah untuk kalian yang memenuhi syarat-syaratnya,,,
Hadiahnya apa?
Ada 2 lembar kain Batik Madura untuk 2 pemenang terpilih,,,
Dan pulsa 20 K untuk 2 pemenang terpilih berikutnya,,,
Total ada 4 pemenang,,,namun jika pesertanya tambah banyak,,,kemungkinan hadiah akan aku tambah,,,



Ini adalah salah satu contoh kain Batik Madura dari Pamekasan, untuk hadiahnya akan menjadi Surprize ya,,,^_^

Syaratnya simple,,,
1. Alamat pengiriman hadiah harus di Indonesia
2. Cukup jadi temanku (Blog, FB, Twitter)
3. Share GA ini sebanyak-banyaknya di sosmed milik kalian (Twitter/FB),,,jangan lupa cc ke aku ya,,,dan hastagnya #2ndgiveawaybydwiex'zsomeo
4. Ajak temanmu untuk mengikuti GA ini
5. Berikan komentar kamu, sebagai tanda peserta kalau kamu ikutan giveawayku
6. Pasang banner GiveAway ini di blog kamu
GiveAway ini berlangsung mulai hari ini sampai dengan tanggal 28 Februari 2014. dan Inshaa Allah akan diumumkan pemenangnya tanggal 10 Maret 2014.

Semoga kalian beruntung ya,,, ^_^

Keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi ini

Kamis, 23 Januari 2014

Info "Giveaway on Ayun Qee Birthday"

diambil dari sini
Kebahagiaan itu ibarat mutiara yang memancarkan cahaya di setiap sisinya. Dan, setiap sisi memiliki cahaya berbeda, namun tetap indah.
Di hari ulang tahun Ayun Qee yang bertepatan pada 11 Januari (ada lagunya, lo…), Ayun ingin share dengan pembaca blognya tentang, "bahagia itu apa, sih? Aneh kan kalau kita mencari kebahagiaan, tapi tak mengerti apa arti bahagia. Hehehe…." ujarnya.
Ayun meminta pembaca untuk mendefinisikan arti bahagia menurut pembaca. Ayun juga meminta kepada pembaca untuk menyebutkan moment paling bahagia dalam hidup pembaca. Akan dipilih tiga tulisan paling unik dan inspiratif untuk mendapatkan masing-masing satu eksemplar novel Ayun yang baru terbit bulan lalu, #HamdımPiÅŸtimYandım. Novel akan dikirim ke alamat pemenang (bebas ongkir) di seluruh wilayah Indonesia. 




Ketentuan kuis sebagai berikut:
  1. Share info kuis ini. (Boleh via Facebook, Twitter, blog, dll).
  2. Follow akun @QurotulAyun
  3. Tulis jawabanmu maksimal 100 kata. Minimal? Nggak ada batas minimal. Tapi nggak mungkin juga, kan, kalau kalian cuma nulis satu kata? J
  4. Kirim ke email ayun_aq@yahoo.co.id (langsung tulis di body email)
  5. Mention di Twitter bahwa kalian sudah ngirim jawaban ke email tersebut.
  6. Jangan lupa doakan saya di hari ultah saya ini. (Ini nggak wajib, sih). *lol
Kuis ini berlangsung sejak 11–28 Januari 2014 jam 23.59. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Februari 2014.
Udah jelas, kan, infonya? Jika sudah, mari kita berbahagia.
Itu tadi informasi giveaway Ayun Qee yang saya tuliskan kembali. Oiya, selamat ulang tahun untuk Ayun Qee, semoga kebahagian selalu meliputi, dan sukses untuk karya-karyanya.. ^_^ 

Sabtu, 18 Januari 2014

Behind The Scene Resensi Buku Wonderful Husband: Menjadi Suami Disayang Istri

Tergabung dalam grup Komunitas Emak Blogger (KEB) merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya mendapatkan banyak informasi mengenai hal-hal baru, cerita tentang parenting, masak memasak, travelling dan masih banyak lagi. Saya mengikuti KEB ini, atas ajakan sahabat saya yaitu mak Rodame Napitupulu. Dia juga salah satu inspirator saya dalam dunia tulis menulis.

Pada suatu hari, Saya melakukan Blogg Walking (BW) ke blog2 emak2 member KEB. Sampailah ke blog Ibu Ida Nur Laela. Membaca satu tulisan beliau, saya tergerak untuk terus-terus menjelajahi setiap judul blognya. Akhirnya saya sampailah di tulisan “Lelaki yang Selalu Memberi Lebih”. Saya senang sekali dengan tulisan itu. Tulisan tersebut merupakan hadiah ulang tahun bu Ida untuk sang suami tercinta. Dan ternyata, di akhir tulisan, bu Ida membuat pertanyaan untuk pembaca. Pembaca bisa berkontribusi menjawab pertanyaan tersebut melalui kolom komentar. Pertanyaan ini berhadiah lho.. Hadiahnya adalah sebuah buku karangan Bapak Cahyadi Takariawan (suami bu Ida) yang berjudul Wonderful Husband: Menjadi Suami Disayang Istri untuk komentar terbaik pilihan pemilik blog.
  
Hmm,, akhirnya saya tergerak juga berkomentar. Bukan karena saya pengen menang dan pengen mendapat hadiah buku. Tidak, tidak hanya itu. Semenjak mulai bergabung di KEB, saya memang lebih sering meninggalkan komentar di blog yang saya baca dan menarik bagi saya. Jadi, motivasi saya sebenarnya untuk menambah teman di dunia per-blogger-an. Hehe.

Pengumuman pemenang dilakukan kira-kira dua minggu setelah posting dilakukan. Hari itu, ketika saya iseng-iseng kepo akun facebook bu ida, ternyata ada pengumuman komentar yang terpilih. Dan ternyata nama saya tercantum di pengumuman itu. Alhamdulillah. Alloh memberikan rizki berupa buku yang inshaAlloh penuh manfaat. Segera setelah itu saya hubungi ibu Ida melalui akun twitter untuk mengirimkan alamat saya.

Pengumuman Komentar Terbaik

Tidak lama setelah saya mengirimkan alamat, ibu Ida segera mengirimkan buku tersebut. Hari berganti hari. Sampai hitungan minggu, hingga akhirnya bu Ida menanyakan apakah bukunya sudah sampai atau belum. Saya juga menunggu dengan harap-harap cemas. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, buku yang ditunggu-tunggu datang ke kantor saya. Alhamdulillah. Namun, saya terkejut, ternyata ibu Ida mengirimkan dua amplop. Saya buka satu-satu, isinya buku yang sama. Satu buku sudah dibuka dan ada pesan serta tanda tangan penulis. Satu buku lagi masih di dalam plastik. Segera saya hubungi ibu Ida, ternyata eh ternyata. Karena kiriman lama tidak sampai sampai, akhirnya bu Ida mengirim ulang. Jadilah hadiah buku yang saya terima adalah dua eksemplar.

Bu Ida berpesan kalau buku satu lagi boleh dihadiahkan kepada teman. Teman kantor saya, ibu Maya tertarik dengan buku itu. Jadilah buku satu lagi saya hadiahkan untuk bu Maya dan suami. Semoga bermanfaat ya ibu..

Alhamdulillah, terima kasih bu Ida...


Setelah buku datang, saya segera lembur untuk membaca dan memahami isi buku. Kemudian saya mencoba mengikuti Give Away yang diadakan oleh bu Ida yaitu Give Away Resensi Buku Wonderful Husband. Melalui proses panjang melawan kemalasan, akhirnya jadilah Resensi Buku Wonderful Husband:Menjadi Suami Disayang Istri. Semoga resensi yang saya buat bermanfaat. Minimal untuk saya sendiri. Syukur-syukur kalau juga bisa bermanfaat juga untuk pembaca. Aamiin.

Jumat, 17 Januari 2014

Resensi Buku "Wonderful Husband: Menjadi Suami Disayang Istri"



Judul Buku: Wonderful Husband: Menjadi Suami Disayang Istri
Penulis: Cahyadi Takariawan
ISBN: 978-602-1680-03-2
Penerbit: Era Adicitra Intermedia
Ketebalan: 2 cm, 314 halaman
Ukuran: 15 x 21 cm
Harga Buku: Rp 55.000

Blurb
Setiap istri pasti mendambakan suami yang ideal. Ideal bukan berarti sempurna. Ideal adalah proses dan usaha “menjadi”, bukan “hasil jadi”. Buku ini mengajak para suami untuk senantiasa memperbarui makna janji, ikrar, ikatan, dan akad saat prosesi pernikahan, agar menjadi suami ideal, suami yang sayang istri, suami yang disayang istri.

*****

Setiap istri pasti mendambakan suami yang ideal. Begitu juga saya dan jutaan istri yang ada di Indonesia juga menginginkan hal yang sama. Namun, apakah anda tahu, apa ideal itu? Bagaimanakah seseorang tersebut bisa disebut suami ideal?

Sebelum lebih jauh, coba kita telaah definisi ideal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ideal artinya sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Dari situ kita tahu bahwa suami ideal adalah pasangan hidup (suami) dengan karakter yang sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Namu coba kita cermati penggalan kalimat dalam buku wonderful Husband berikut ini:

“Saat seorang wanita memutuskan untuk menikah dan ia berharap mendapatkan suami ideal adalah sebuah kemustahilan. Sungguh, ia hanya akan menikah dengan seorang lelaki biasa saja yang bersedia melakukan pembelajaran bersama serta berproses bersama menuju kepada kondisi ideal yang diharapkan.

Karena itulah, Pak Cah membuat istilah yang lebih simpel, yaitu wonderful husband. Selanjutnya, bilamanakah seorang suami bisa disebut wonderful husband? Terdapat sembilan karakter wonderful husband atau karakter suami yang disayang istri yang secara mendetail dijabarkan dalam buku wonderful Husband. Secara singkat, berikut ini saya berikan bocorannya:

1.       Mampu memimpin keluarga dengan cinta

Ilustrasi suami penuh cinta

Suami perlu memiliki keterampilan memimpin dan melandasinya dengan perasaan cinta agar kepemimpinan menjadi menyenangkan bagi semua pihak. Memimpin tidak sama dengan memerintah, memaksa, mendominasi, dan menguasai. Memimpin adalah mengarahkan, melayani, memberi, menyantuni, membersamai, memahami, dan mengembangkan semua potensi kebaikan.

2.       Mampu menundukkan ego
Dalam rumah tangga, ada saatnya suami dan istri bertengkar. Untuk segera mengakhiri pertengkaran, keduanya harus saling mengalah, menundukkan ego, segera meminta maaf, dan mengakui kesalahan di hadapan pasangan.

3.       Selalu berusaha membahagiakan istri
Jadilah suami yang mampu membahagiakan istri sehingga istri akan dengan senang hati memberikan bantuan tanpa diminta. Apa pun diberikannya demi sang suami. Istri merasa nyaman dan tenang sehingga suami akan lebih optimal dalam menunaikan berbagai macam kegiatan dalam kehidupan.

4.       Fokus mengingat kebaikan istri
Kebiasaan menggunakan standar beda atau ganda dalam menilai perbuatan orang lain dengan perbuatan diri sendiri mengakibatkan kita mudah menyalahkan orang lain atas perbuatannya. Tetapi disaat kita sendiri melakukan perbuatan sama, ternyata kita menjadi sangat pemaaf.

5.       Memahami kondisi istri
Pemahaman yang mendalam tentang berbagai perubahan pasangan akan memunculkan suasana saling percaya di antara mereka. Tidak ada sesuatu yang muncul secara tiba-tiba karena setiap bentuk perubahan sekecil apa pun telah diketahui bersama.

6.       Menjadi teladan dalam kebaikan

Ayah merokok, jadi jangan hanya salahkan anak jika kelak anak juga merokok

Suami harus memberikan keteladanan dalam bentuk perbuatan nyata kepada keluarga. Hal yang penting lainnya adalah ia perlu memiliki sikap hidup yang positif, cara berfikir positif, serta kebersihan hati. Adanya ketiga hal tersebut di atas, akan lebih mudah bagi seluruh anggota keluarga meneladani kepemimpinannya.

7.       Memelihara kesetiaan
Ada banyak jebakan cinta yang mendorong seseorang mewujudkan perbuatan selingkuh. Karena itu, waspadalah, dan mulailah dengan menjernihkan logika, membersihkan hati, jadikan rumah sebagai pengontrol, mendekatlah ke pasangan juga anak-anak, dan jangan lupakan untuk menyempatkan refreshing berdua dengan pasangan.

8.       Selalu tampil young and fresh
Seperti kantor atau organisasi tempat Anda beraktivitas, rekan-rekan dan sahabat menuntut Anda untuk memberikan tenaga segar, pikiran jernih, dan dedikasi yang tinggi serta selalu tampil ceria dan elegan. Begitu pula istri dan anak-anak, mereka juga berhak mendapatkan Anda sebagai suami atau ayah dalam keadaan selalu segar dan bergairah saat di rumah.

9.       Memberikan yang terbaik
Tidak layak suami memberikan semua hal sisa kepada istri karena hal terbaik sudah dihabiskan untuk mengurus pekerjaan. Waktu, perhatian, dan fasilitas terbaik untuk mengurus pekerjaan. Dampaknya, ia tinggal memiliki tenaga, waktu, perhatian, bahkan fasilitas sisa untuk keluarga.

Dalam buku wonderful Husband, Pak Cah mengajak para suami untuk memperbarui motivasi dan menguatkan kembali makna ikatan dengan istri. Karena proses pernikahan yang sakral pada hakikatnya adalah sebuah ikrar dan perjanjian agung atas nama Tuhan, diresmikan oleh negara, disaksikan orang tua, keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan sanak saudara.

Dalam kehidupan keluarga, semua pihak saling memberikan pengaruh baik positif maupun negatif. Jadi, jika menghendaki suami ideal, maka istri harus membantu suami untuk selalu berproses menuju kondisi ideal.

Bagaimana caranya?
Pertama, berikan kepercayaan kepada suami.
Kedua, hindari bentuk kalimat negatif dalam menyampaikan keinginan.
Ketiga, gunakan kalimat positif untuk mendorong suami agar selalu berproses menuju kebaikan.


Perlu diingat:
  • Wonderful husband hanya akan didapatkan dalam sebuah keluarga yang seluruh anggotanya seiya sekata. Mereka saling melengkapi, saling menguatkan, saling mengisi, saling memberi, saling menasihati, saling menjaga, dan tentu saja saling memahami semua proses menuju kondisi ideal yang diidamkan.
  • Buku Wonderful Husband sangat cocok baik untuk laki-laki atau perempuan lajang, pasangan pengantin baru maupun pasangan pengantin lama. Karena  buku ini memberikan gambaran bahwa perlu sebuah proses panjang untuk mencapai kondisi ideal yang diharapkan ada pada suami. Dan untuk mencapainya, peran serta seluruh anggota keluarga juga diperlukan di sana.
  • Buku Wonderful Husband sangat cocok untuk kado (hadiah) baik ulang tahun, pernikahan, maupun ulang tahun peernikahan. Karena di halaman awal terdapat kolom kosong untuk diisi oleh pemberi hadiah.
Buku ini saya hadiahkan untuk: .....

Artikel ini diikutkan dalam:

Keunikan Masjid Syech Sulaiman Lubis Alkholidy

Assalamualaikum wr. wb. Senin, 13 juni 2016 saya dan rombongan melakukan perjalanan dari kota padangsidimpuan menuju kabupaten mandaili...