Jumat, 20 Desember 2013

Selamat Datang Musim Penghujan

Wilayah Kendal dan sekitarnya mulai diguyur hujan selama sepekan ini. Hujan turun baik di pagi hari ketika saya hendak berangkat ke kantor maupun sore hari ketika saya pulang dari kantor. Bahkan ketika hendak sholat dzuhur ke masjid pondok (kebetulan kantor saya di kawasan pondok pesantren) rintik hujan pun menemani perjalanan saya. Sebelum turun hujan, langit di atas tempat saya bernaung berubah warna menjadi lebih gelap, tiupan angin menyejukkan, serta tak jarang suara petir juga meramaikan suasana musim penghujan ini. 

Tanda-tanda Hujan Akan Turun
Saya sangat menyukai suasana hujan. Aroma khas tanah yang terguyur air hujan dan air yang mengalir ke permukaan bumi bagi saya itu adalah rizki yang Allah turunkan untuk manusia dan makhluk lain di muka bumi.
Jadi tidak hanya manusia yang mendapatkan berkah dengan datangnya musim hujan. Saya melihat ketika turun hujan pertama di musim ini, daun-daun bersemi, segar, seperti ketika kita menghabiskan segelas air putih saat berbuka puasa. Tidak hanya itu, hewan-hewan kecil, seperti laron, jangkrik bahkan walang sangitpun ikut berpesta merayakan turunnya hujan. Subhanallah..

Pulang Kantor Diiringi Hujan

Ketika hujan turun, saya teringat kebiasaan saya waktu kecil yang gemar sekali main hujan-hujanan. Saya tidak peduli apakah saya akan demam setelah hujan-hujanan atau tidak, yang saya mengerti saat itu, saya senang ketika hujan turun. Saat hujan turun, saya sudah siap dengan payung kecil saya, tanpa alas kaki, namun sudah menyiapkan perahu kertas untuk dialirkan di sungai irigasi dekat rumah kami. Bahkan ketika tidak membuat perahu kertas pun saya tetap menikmati saat-saat bermain dengan air hujan. Makanya ketika saya melihat di depan kantor saya banyak santri yang bermain sepak bola waktu hujan, saya tersenyum dalam hati dan bergumam, betapa bahagianya mereka.

Area Bermain Sepak Bola untuk Para Santri

Dari situ saya berfikir, jika Azzam sudah besar nanti dan dia inggin juga main hujan-hujanan, saya tidak akan melarangnya. Saya ingin azzam bisa menikmati senangnya bermain air hujan seperti mamanya dulu waktu kecil. Bermain saat hujan juga bisa membantu anak belajar fenomena alam. Tetapi untuk ibu, jangan lupa ajak mandi ananda agar bebas dari kuman berbahaya. Selamat menyambut musim penghujan.. :)

Reaksi:

4 komentar:

  1. wah hujan emang bawa banyak berkah ya...kami sekeluarga juga suka hujan say apalgi mikal, klo ujan pasti mandangin ujan dari jendela :)

    BalasHapus
  2. iya mbak,, betul..makanya betah ya di bogor.. azzam juga sudah mulai pengen ke luar kalo hujan.. ayo bang mikal main hujan2an bareng..

    BalasHapus
  3. Saya pencinta hujan,, hujan selain pembawa berkah buat saya memiliki banyak kenangan dan makna...:)

    salam kenal, mbak...:)

    BalasHapus
  4. Salam kenal juga.. saya sudah intip juga blog mbak emi.. keren.. :)

    BalasHapus