Rabu, 18 Maret 2015

Catatan Kehamilan dan Kelahiran Anak Kedua

Januari 2015 saya tergabung dalam grup one day one juz (odoj). Keputusan saya ikut grup ini adalah untuk membiasakan diri berinteraksi dengan al qur’an. Susah sekali awalnya untuk bisa kholas 1 juz sehari. Tetapi dengan semangat teman-teman odoj akhirnya saya bisa melaluinya dengan baik. Di hari ke 30 saya mengikuti grup ini, yang artinya hari itu khatam (30 juz) pertama saya di odoj, saya mengetahui kalau saya sedang hamil anak kedua. Sungguh anugerah yang luar biasa. Alhamdulillah.

Saya, suami dan keluarga sangat senang mengetahui kehamilan saya. Tetapi sedikit galau juga karena saat itu anak pertama kami Azzam masih berusia 14 bulan dan masih menyusu. Mungkin karena faktor kegalauan tersebut, Azzam mengalami perubahan perilaku. Yang tadinya mau makan menjadi susah makan dan hanya mau nenen saja. Saya sih tidak merasa keberatan kalau harus menyusui Azzam meskipun sedang hamil. Tetapi kali itu kegalauan muncul dari eyang dan ompung yang meminta Azzam berhenti menyusu karena berbagai mitos alasan. Setelah diskusi panjang, akhirnya saya pun sepakat untuk menyapih Azzam. Sedih rasanya harus berhenti berpelukan sebelum tidur, karena untuk memudahkan proses menyapih, Azzam tidur di kamar eyang. Tetapi saya juga tidak tega kalau harus terus menyusui Azzam, karena dengan terus menyusu, Azzam malah tidak mau makan, maunya nenen terus.

Kegalauan tidak bisa memberikan ASI sampai 2 tahun pun makin lama bisa saya lupakan karena kesibukan saya di kantor dan kehamilan kedua. Kehamilan kedua ini hampir sama dengan kehamilan pertama. Merasa mual dan gampang capek mulai dari awal sampai akhir kehamilan. Tetapi menurut penilaian teman-teman sih saya ini tipe hamil ngebo, yang jarang muntah-muntah. Hehe.

Kehamilan yang kedua ini saya lalui dengan perasaan campur aduk, galau masalah Azzam, stress masalah kerjaan, dan bahagia dengan segala hal mengenai kehamilan. Untuk mengusir perasaan galau, saya ikut kelas yoga hamil dan hypnobirthing di Bidan Sayidah. Ikut kelas yoga hamil dan hypnobirthing ini sangat membantu pada saat proses lahiran. Selain yoga di kelas yang dilakukan seminggu sekali, tetapi lebih banyak liburnya, saya beli gymball untuk latihan di rumah.

Pemeriksaan antenatal saya lakukan di tiga tempat, pertama di RS Baitul Hikmah dengan dr. Lambang, SPOG. Kedua dengan bidan Soraya yang kebetulan masih saudara dan dekat rumah. Yang ketiga tentunya dengan bidan Sayidah, konsultasi sekalian ikut kelas yoga hamil dan hypnobirthing.

Rencana pertama kami sekeluarga sepakat untuk lahiran di bidan dekat rumah saja, karena faktor jarak yang dekat dengan rumah. Ini tidak jadi karena selama kehamilan posisi bayi sering berputar-putar. Hingga memasuki 36 minggu pun masih sungsang dan lintang. Rencana kedua ini sebenarnya hanya rencana saya dan suami untuk melakukan homebirth atau waterbirth di bidan Sayidah. Rencana ini dicancel karena faktor restu keluarga. Padahal saya pengen sekali merasakan waterbirth yang konon katanya lebih nyaman. Rencana ketiga, yang akhirnya berjalan. Saya melahirkan di RS Baitul Hikmah.

Waktu usia kehamilan 32 minggu saya jatuh di depan kantor yayasan pada saat mengisi presensi sore. Karena khawatir, malamnya saya dan suami pergi ke bidan dekat rumah untuk kontrol. Betul saja, posisi bayi sungsang saat itu, dan bidan menyarankan untuk perbanyak sujud. Saya galau tetapi saya coba konsultasi dengan bisan Sayidah via bbm dan saya memperoleh jawaban yang menentramkan hati. Love you full bu Ida. Beberapa hari kemudian saya coba kontrol ke dokter di RS Baitul Hikmah. Rencananya ingin konsultasi dengan dr. Lambang, tetapi ternyata saya salah jadwal, karena ada perubahan jadwal di RS. Baitul Hikmah yang baru ini. Akhirnya daripada pulang, saya coba dengan dr SPOG perempuan, yang kurang memuaskan menurut saya. Tetapi saat itu saya coba bertahan dulu dengan dokter perempuan ini.

Jadwal kontrol berikutnya, saya datang untuk bertemu dokter perempuan ini, ternyata ibunya sudah pulang. Dan dr. Lambang yang sedang praktik saat itu. Akhirnya saya kembali periksa dan konsultasi dengan dokter lambang hingga menjelang lahiran. Seminggu sebelum lahiran sempat diledekin, karena sudah 39 minggu tapi belum lahir juga. Tetapi setelah diperiksa semuanya dalam kondisi baik, dokter hanya berkomentar, kalau si bayi nunggu tanggal cantik. Hehe. Dokter menjelaskan kalau mau lahiran di RS, nanti datang ke RS kalau sudah ada tanda-tanda keluar lendir darah dan kontraksi rutin. Tetapi jika keadaan darurat, misalkan ketuban pecah saya dianjurkan harus segera datang ke RS.

Menunggu itu menggalaukan. Karena kontraksi palsu sudah sering datang, tetapi belum ada tanda akan melahirkan. Tetapi pagi hari 40 minggu kurang sehari, tanda yang dinanti itu muncul. Keluar lendir dan darah dan kontraksi yang sudah mulai rutin. Kali ini sudah yakin kalau sebentar lagi akan lahiran. Sambil menunggu kontraksi saya lakukan pelvic rocking. Ngobrol asik bareng suami dan masih sok-sokan menyuruh suami berangkat ngajar malam dulu. Karena hari itu jadwal kontrol, saya memutuskan malam harinya untuk kontrol ke RS. Baitul Hikmah.

Ba’da maghrib berangkat dari rumah diantar bapak dan ibu, serta sudah siap membawa barang-barang dan gymball. Ba’da isya periksa ke poli kandungan, dan cerita dengan dokter kalau sudah keluar lendir darah. Akhirnya dokter memeriksa dalam, dan ternyata sudah pembukaan 1, tetapi serviks sudah tipis. Dokter memberikan pilihan, untuk pulang atau opname di RS karena perkiraan besok pagi saya akan melahirkan. Saya pilih opname saja karena khawatir buru-buru nantinya. Setelah cek in kamar dan memindahkan barang, saya sempatkan untuk sholat isya dan pelvic rocking lagi sambil ngitung durasi kontraksi.

Sekitar pukul 21.30 kontraksi makin kuat, dan saya mendadak ngantuk. Akhirnya saya putuskan untuk rebahan di bed sambil smsan sama suami. Saya minta suami langsung saja datang ke RS. Eh ternyata mampir rumah dan santai-santai dulu. Karena kontraksi makin kuat, ibu coba panggil bidan yang jaga. Bidan datang memeriksa bukaan ternyata bukaan 7. MashaAllah, kaget sekaligus senang karena prosesnya cepat. Akhirnya saya di bawa ruang bersalin.

Di ruang bersalin sudah ada dua ibu yang juga mau lahiran, yang keduanya lumayan heboh. Kalau saya seperti biasa mendadak kalem kalau mau lahiran. Pembukaan 9 ketuban pecah sendiri. Tidak lama dokter datang dan ternyata pembukaan sudah lengkap dan dengan sekali mengejan lahirlah bayi perempuan mungil nan unyu dengan tangis yang cetar membahana bak rocker.

Kamis, 2 Oktober 2014 pukul 22.15 lahirlah perempuan cantik yang bernama Akifa Jannata Siregar. Berat lahir 3200 gram dan panjang 46 cm. Cukup mungil jika dibandingkan dengan abangnya. Alhamdulillah atas izin Allah prosesnya berjalan lancar dan mudah. Tanpa infus dan insuksi. Saya merasa melahirkan kali ini cukup gentle. Belum genap sehari dokter pun sudah memperbolehkan kami pulang karena kondisi kami berdua yang sudah baik. Tiga hari kemudian kontrol dan dokter menyatakan semua baik dan saya tinggal buat aja program anak ketiga. Hahaha.


Belum genap sehari

Di hari ketujuh disembelihlah 1 kambing untuk aqiqah. Diresmikan namanya dan digunting rambutnya. Semoga Akifa Jannata Siregar tumbuh sehat dan menjadi perempuan salihah. Aamiin. 

Beberapa hal yang menjadi catatan saya di kehamilah dan persalinan kedua ini:
1. Yoga hamil dan latihan pelvic rocking bisa memperlancar persalinan
2. Hypnobirthing sangat membantu mengelola stress saat hamil
3. Makan makanan dengan gizi seimbang agar tubuh sehat dan nutrisi janin terpenuhi
4. Tilawah, membaca terjemahan ataupun mendengarkan murothal tiap hari ini juga sangat membantu mengelola stress
5. Mencari tempat pemeriksaan antenatal yang nyaman
6. Survei lokasi persalinan
7. Membuat catatan kehamilan, karena hamil itu menyenangkan (ini lupa saya lakukan) hehe



Reaksi:

11 komentar:

  1. Jadi ingat saat istri saya hamil dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamil dan melahirkan itu menyanangkan pak.. :D

      Hapus
  2. Akifa Jannata Siregar, namanya bagus banget Mak. Semoga jadi anak sholeha, kebanggaan ayah bunda ya sayang :) Amiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih mak gracie,, sehat2 ya menjalani kehamilan keduanya :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah...hihihi enak ya mbak lahirannya...
    kalo aku dulu meraung2 --"
    sehat-sehat ya baby cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih mak echa.. :)
      hehe cerita kehamilan masing-masing orang memang unik ya mak.. bahkan anak pertama dengan anak berikutnya aja beda lagi ceritanya

      Hapus
  4. Ahhh beda beberapa minggu lahirannya sm aku mak. Semangat terus menyusui ya maak. Salam buat abang dan si kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak,, semoga kita bisa sukses memberikan yang terbaik untuk anak2 ya mak :)

      Hapus
  5. Aamiin ya rabbal alamin. Sip maak..

    BalasHapus
  6. barakallah, selamat ya mba. pantes..kemarin2 kayanya sempat jarang update ya..ternyata sedang ada dede bayi ..semoga jd anak soleh ya cantik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih ya mak.. betul sekali, sedang kebanyakan alasan untuk nulis ni :(

      Hapus