Minggu, 05 Mei 2013

Stimulasi Merangkak


Merangkak dilakukan setelah bayi mampu duduk (tanpa bantuan). Biasanya di rentang usia 6-10 bulan. Merangkak dilakukan dengan menggunakan kedua tangan dan lutut. Gerakannya meninyilang; ketika tangan kanan maju, kaki kiri maju juga, begitupun sebaliknya. Ada yang mengatakan merangkak merupakan kemampuan alamiah yang umumnya dikuasai bayi dengan sendirinya. meskipun begitu, orang tua tetap perlu memberikan rangsangan agar proses merangkak dapat dilakukan dengan baik.  



Terkait stimulasi, ada beberapa hal yang penting dilakukan agar si kecil dapat memiliki kemampuan merangkak sesuai tahap perkembangannya.
·         Beri stimulasi tengkurap
Sering-seringlah memposisikan bayi tengkurap. Pastikan ia berada di alas yang nyaman, semisal matras atau karpet. Dengan posisi tengkurap bayi belajar mengangkat kepala dan badan, bahkan bergerak dengan perutnya dan kedua tangan-kakinya untuk mencoba “melangkah” maju.
·         Letakkan mainan/benda kesayangan di depan bayi
Letakkan mainan favoritnya kira-kira 4-5 jengkal tangan dewasa di depan bayi. Minta ia menggapai dan meraihnya. Lihatlah, dia akan berusaha mengejar dengan cara menggeser posisi badan menggunakan perutnya. Rangsang ia untuk merangkak, bukan merayap ataupun mengesot. Dengan cara pelan-pelan menekuk kaki belakangnya sedikit saja, tapi hati-hati, jangan sampai bayi terjungkal. Bila ia berhasil meraih dan memegang mainan itu, beri pujian dengan mengelus kepala, tepuk tangan atau reaksi gembira lainnya.
·         Berikan contoh merangkak
Orang tua dapat memeragakan cara merangkak. Lakukan bersama-sama si kecil dalam suasana bermain yang menyenangkan.
·         Sediakan waktu dan dampingi
Setidaknya beberapa menit, misal 5 menit, setiap hari untuk belajar merangkak. Secara bertahap, waktu bisa ditingkatkan seiring dengan peningkatan keterampilan dan kemampuannya. Selama mendampingi, hindari meninggalkannya sendirian walau ada urusan sejenak. Berusahalah tetap di dekatnya sehingga ia tetap fokus untuk belajar merangkak. Kalau kita beranjak menuju tempat lain dan meninggalkannya, dikhawatirkan fokusnya beralih dan ia pun akan mencari-cari kita.
·         Tidak memaksa, apalagi sampai memasang target
Biarkan si kecil menikmati proses ini dengan aman, nyaman dan menyenangkan. Seharusnya si kecil mampu belajar secara alamiah. Sama seperti perkembangan lainnya, waktu yang dibutuhkan untuk belajar merangkak berbeda-beda setiap bayi. Oleh sebab itu, hindari memasang target.
·         Jangan terlalu dini
Jangan memaksa bayi belajar merangkak sebelum ia bisa duduk sendiri, apalagi bila tangan dan kakinya belum bisa menopang tubuh. Jadi, sesuaikan saja dengan kemampuan dan usianya.
·         Sediakan lingkungan yang aman
Gunakan alas yang nyaman baik itu karpet maupun matras lantai. Jauhkan benda-benda yang kemungkinan menimbulkan bahaya, seperti: colokan listrik, atau benda-benda kecil yang mungkin diambil dan dimasukkan ke dalam mulut. Paling penting, pastikan bayi dalam kondisi nyaman ketika hendak diajak “bermain” merangkak.

Sumber: Tabloid Nakita Edisi 18-24 Februari 2013

Jumat, 03 Mei 2013

azzam 0-2 bulan


azzam, sehat dan jadi anak sholeh ya sayang.. ayah dan mama sayang kamu... 

telepon, idola ibu-ibu


Selayaknya sabun batang yang sering kita lihat, tidak ada yang istimewa dengan sabun telepon. Sebelumnya saya sudah sering mendengar dari teman-teman maupun suami (dulu masih teman) yang berasal dari daerah Sumatera Utara tentang sabun ini. Pada dasarnya sabun telepon sama dengan sabun batang lainnya dari segi fungsi, yaitu sebagai pencuci pakaian dan piring serta peralatan dapur. Sabun ini diproduksi di Medan – Sumatera Utara dan area penjualannya pun hanya sebatas di Sumatera Utara dan sekitarnya. Jadi ketika saya datang ke Kota Padangsidimpuan, saat itulah saya melihat sendiri bagaimana penampakan sabun telepon yang dahulu saya hanya bisa dengar.
Ibu mertua, kakak ipar, dan keluarga saya yang lain selalu memasukkan sabun telepon ke daftar wajib belanja bulanan mereka. Bahkan, untuk sebagian besar penduduk Sidimpuan sabun ini masih menjadi pilihan utama. Awalnya saya sedikit mengunderestimate sabun ini, karena harganya murah, pasti kualitasnya juga kurang. Namun, itu tidak semuanya benar. Karena meskipun murah, sabun telepon cukup ampuh membersihkan noda membandel di pakaian maupun peralatan dapur.
Misalnya, ketika anak kami (Azzam) lahir, kami sempat kesulitan membersihkan noda pup yang kalau tidak segera dicuci akan meninggalkan bekas. Sabun telepon menyelamatkan kami (tsaaah,, lebay). Dengan menggosokkan sabun di bagian kain yang terkena pup, diamkan 10 menit, kucek dan...  voala!!! Noda pup hilang tak bersisa. Padahal sebelumnya saya pernah merendam popok yang terkena pup dengan detergen, namun noda pup masih meninggalkan bekas. Teknik cuci pup ini saya dapatkan dari ART si rumah kami yang memang sudah ahli di bidangnya (cuci mencuci).. hehe.
Saya jadi ingat lagi diskusi saya dan suami tentang sabun telepon waktu di bogor. Kira-kira seperti ini percakapannya...
R: dek, tau sabun telepon?
U: apaan tuh? Kalo sabun batang aku tahu, tapi yang sering aku lihat sepertinya merek wings deh atau ekonomi.
R: bukan. Emang sabun telepon. Dulu waktu kecil abang pernah lho mandi pake sabun telepon.. haha..
U: ah, serius?? Enggak gatel-gatel tuh?? Kan sabun batangan gitu bukannya ga boleh buat mandi ya?
R: yah,, gitu deh.. biasa aja sih.. lagian waktu itu namanya juga anak-anak, yang ada di kamar mandi, langsung aja pake.. hahaha..
U: ishh.. dasar ya.. (sambil penasaran gimana sih penampakan sabun telepon ini).
Dan, beberapa hari yang lalu. Ketika saya sedang iseng ketik “sabun telepon” di kolom pencarian google. Saya temukan beberapa tulisan di kaskus.com yang mengatakan bahwa sabun telepon yang saya bahas ini juga dapat menghilangkan jerawat. Woow, keren. Tapi ya, selama di Sidimpuan saya belum pernah sih mandi maupun cuci muka pake sabun telepon. Karena menurut saya setelah dipakai sabun ini meninggalkan rasa licin baik di tangan, lantai maupun piring kalau kurang lama membilasnya. 

hmm, bagi yang belum pernah melihat sabun telepon pasti muncul pertanyaan, bagaimana sih bentuk sabun telepon? apakah mirip telepon? 
coba kita lihat gambar berikut ini:

Sabun Telepon

yap,, ini penampakan sabun telepon.. hehe.. menurut saya, sabun ini enggak miri dengan telepon, karena bentuknya lebih mirip batu bata. hehe.. memang telepon genggam masa kini banyak yang berbentuk persegi panjang seperti batu bata (brick), tetapi sabun telepon tercipta jauh sebelum orang Finlandia menjajakan nokia ke seluruh dunia.. konon, semenjak suamiku belum lahir, sabun telepon sudah ada. lantas, kenapa demikian? 

Kemasan Sabun Telepon
entahlah, hanya Tuhan dan produsennya yang tahu...