Sabtu, 21 Desember 2013

Sepenggal Kisah "Kriminolog" Kami

Saya masih ingat 3,5 tahun yang lalu sekitar bulan Juni/Juli saya agak lupa tepatnya. Saat itu adek masih di Bogor menempuh pendidikan di Departemen Ilmu Tanah IPB semester 2. Adek menelpon saya, bercerita bahwa dia diterima di Departemen Kriminologi melalui jalur SIMAK UI. Saya sangat senang sekaligus kaget, karena saya, ibu, maupun bapak tidak tahu kalau adek ikut ujian SIMAK UI. Waktu itu mungkin dia ragu apakah masih mau meneruskan di IPB atau memulai dari awal di UI. Saya, ibu, dan bapak saat itu juga memberikan saran, jika memang menjadi "kriminolog" adalah "jiwa" nya maka keputusan memulai kuliah dari awal inshaAlloh keputusan yang terbaik.

3,5 tahun kemudian..
Rabu, 18 Desember 2013 
Selesai sholat maghrib berjamaah di mushola, ibu mendapati ada "miss call" dari adek di ponselnya. Setelah membuka mukena, ibu menelpon balik sekedar mengabarkan ada apa gerangan adek telpon maghrib-maghrib. Ternyata adek memberikan kabar gembira bahwa dia baru saja lulus ujian sidang skripsi dengan nilai A. Sontak ibu terkaget, dengan terus mengucap syukur ibu mendengarkan cerita adek mengenai proses persidangan yang dilaluinya tadi. Sambil mendengarkan cerita adek, saya memanggil bapak yang sedang bermain dengan azzam. Bapak sangat kaget sekaligus senang hingga ada air mata di pelupuk matanya. Kami semua malam itu tak putus-putusnya berucap syukur.

Selamat ya dek..

Saya dan keluarga di rumah memang tidak tahu sebelumnya kalau hari ini adek akan menjalani ujian sidang. Karena itu betapa kagetnya sekaligus senangnya kami mendengar kabar bahagia ini.Adek ternyata lulusan pertama di Departemen Kriminologi Universitas Indonesia angkatan 2010. Padahal kami masih ingat, sekitar bulan November kemaren adek baru saja menjalani sidang untuk outline skripsinya. Alhamdulillah, betapa Allah banyak memberikan kemudahan di setiap proses yang kamu jalani dek.

Selamat atas kelulusanmu, semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat bagi semua. Kriminologi lingkungan, sesuatu yang mungkin belum banyak tersentuh oleh masyarakat. Semoga sukses menyambutmu setelah ini. Tetap semangat untuk menulis, karena kaulah salah satu inspirasi yang mendorong saya agar mencoba menulis. Sekali lagi, saya bangga dengan karya-karya yang kamu hasilkan selama 3 tahun ini. 5 buku dan banyak artikel di media cetak maupun online, merupakan awal dari kesuksesanmu. Semoga Allah memudahkan tiap langkah yang kamu tempuh untuk mencapai cita-cita.

_Ibu, Bapak, Mbak, Abang, dan Azzam bangga_

Buku-buku Adek


Jumat, 20 Desember 2013

Selamat Datang Musim Penghujan

Wilayah Kendal dan sekitarnya mulai diguyur hujan selama sepekan ini. Hujan turun baik di pagi hari ketika saya hendak berangkat ke kantor maupun sore hari ketika saya pulang dari kantor. Bahkan ketika hendak sholat dzuhur ke masjid pondok (kebetulan kantor saya di kawasan pondok pesantren) rintik hujan pun menemani perjalanan saya. Sebelum turun hujan, langit di atas tempat saya bernaung berubah warna menjadi lebih gelap, tiupan angin menyejukkan, serta tak jarang suara petir juga meramaikan suasana musim penghujan ini. 

Tanda-tanda Hujan Akan Turun
Saya sangat menyukai suasana hujan. Aroma khas tanah yang terguyur air hujan dan air yang mengalir ke permukaan bumi bagi saya itu adalah rizki yang Allah turunkan untuk manusia dan makhluk lain di muka bumi.
Jadi tidak hanya manusia yang mendapatkan berkah dengan datangnya musim hujan. Saya melihat ketika turun hujan pertama di musim ini, daun-daun bersemi, segar, seperti ketika kita menghabiskan segelas air putih saat berbuka puasa. Tidak hanya itu, hewan-hewan kecil, seperti laron, jangkrik bahkan walang sangitpun ikut berpesta merayakan turunnya hujan. Subhanallah..

Pulang Kantor Diiringi Hujan

Ketika hujan turun, saya teringat kebiasaan saya waktu kecil yang gemar sekali main hujan-hujanan. Saya tidak peduli apakah saya akan demam setelah hujan-hujanan atau tidak, yang saya mengerti saat itu, saya senang ketika hujan turun. Saat hujan turun, saya sudah siap dengan payung kecil saya, tanpa alas kaki, namun sudah menyiapkan perahu kertas untuk dialirkan di sungai irigasi dekat rumah kami. Bahkan ketika tidak membuat perahu kertas pun saya tetap menikmati saat-saat bermain dengan air hujan. Makanya ketika saya melihat di depan kantor saya banyak santri yang bermain sepak bola waktu hujan, saya tersenyum dalam hati dan bergumam, betapa bahagianya mereka.

Area Bermain Sepak Bola untuk Para Santri

Dari situ saya berfikir, jika Azzam sudah besar nanti dan dia inggin juga main hujan-hujanan, saya tidak akan melarangnya. Saya ingin azzam bisa menikmati senangnya bermain air hujan seperti mamanya dulu waktu kecil. Bermain saat hujan juga bisa membantu anak belajar fenomena alam. Tetapi untuk ibu, jangan lupa ajak mandi ananda agar bebas dari kuman berbahaya. Selamat menyambut musim penghujan.. :)

Kamis, 19 Desember 2013

Badan Segar, Kantukpun Menjauh dengan Jus Buah Segar

Bagaimana manfaat yang dirasakan setelah 3 hari rutin minum jus di pagi hari?
Badan terasa segar, lebih fit dan tidak mengantuk. Yang terakhir ini sangat membatu saya. Maklum, jam kerja di kantor mengharuskan saya sudah sampai kantor pukul 05.15. Rutinitas yang saya kerjakan ketika sampai di kantor adalah membersihkan dan merapikan tempat kerja (meja) saya, sarapan, menyiapkan materi mengajar, melakukan evaluasi pembelajaran, mengajar dan masih banyak lagi kegiatan yang harus saya kerjakan hingga pukul 16.15 tiba. Dengan jam kerja yang panjang tersebut, sering saya merasa kantuk pada jam-jam kritis. Misalnya setelah sarapan dan setelah makan siang. hehe
Alhamdulillah tiga hari ini kantuk tidak melanda saya di tempat kerja. Saya langsung berasumsi bahwa ini dikarenakan saya minum jus buah segar setelah bangun tidur sebelum berangkat ke kantor. Semoga ke depannya dengan rutin minum jus di pagi hari saya menjadi semakin sehat dan bersemangat di kantor. Oh iya, saya mau share jus yang saya minum dua hari terakhir ini:
1. Jus Wortel, Tomat, Yoghurt Strawberry
Bahan: 
  • 1 buah wortel ukuran sedang, 
  • 1 buah tomat buah ukuran sedang, 
  • 150 mL yoghurt strawberry, 
  • 200 mL air mineral
Cara Membuat:
  • kupas dan cuci bersih buah dan sayur, 
  • potong-potong buah dan sayur, 
  • masukkan buah dan sayur potong ke dalam gelas blender,
  • masukkan juga yoghurt dan air mineral,
  • proses hingga halus
  • segera minum 
Jus Wortel, Tomat, Yoghurt Strawberry

2. Jus Wortel, Mentimun, Jeruk Peras, Yoghurt Strawberry, Oat
Bahan: 
  • 1 buah wortel ukuran sedang,
  • 1 buah mentimun ukuran sedang
  • 2 buah jeruk peras ukuran kecil
  • 150 mL yoghurt srawberry
  • 1 sdm oat instan
  • 100 mL air mineral
Cara Membuat: 
  • kupas dan cuci bersih buah dan sayur, 
  • potong-potong buah dan sayur, 
  • masukkan buah dan sayur potong ke dalam gelas blender,
  • masukkan juga yoghurt, oat dan air mineral,
  • proses hingga halus
  • segera minum 
Jus Wortel, Mentimun, Jeruk Peras, Yoghurt Strawberry, Oat

Rabu, 18 Desember 2013

Segarnya Jus Apel, Wortel, Jeruk Peras

Ini jus pertama saya setelah berniat rutin minum jus buah. 
Jus Apel, Wortel, dan Jerus Peras.

Bahan-bahan: 
1 buah apel merah kupas
1 wortel ukuran sedang, kupas
2 buah jeruk peras
1 gelas belimbing air mineral.

Cara Membuat:
1. Siapkan semua bahan sesuai resep.
2. Cuci bersih buah dengan air mengalir.
3. Potong-potong buah, masukkan buah ke dalam gelas blender
4. Proses hingga halus. Sajikan segera.

Jus Apel+Wortel+Jeruk Peras



Menuju Sehat dengan Sarapan Buah

Ada yang salah dengan pola makan saya beberapa waktu terakhir. Ini  saya lihat dari berat badan yang semakin lama semakin naik. Ketika ibu  menyusui (busui) lain semakin lama semakin melangsing karena menyusui, tidak berlaku untuk saya. Karena saat ini berat badan saya mendekati berat badan ketika hamil 7 bulan. :(
Semenjak melahirkan dan menjadi full time mother, berat badan saya naik 2 kg. Sedangkan ketika aktif bekerja, berat badan bukannya turun malah naik lagi.. *sigh* Saya menyadari saya bukan orang yang disiplin dalam mengatur pola makan dan olahraga. Suatu ketika melikat anak-anak SD bermain sepeda, saya jadi rajin bersepeda kemana-mana. Ketika teman-teman rajin lari, saya sibuk mempersiapkan diri untuk memulai
lagi kebiasaan lari saya dulu. daan hanya beberapa kali saja saya lari pagi, sisanya saya malah "lari dari kenyataan" hahaha. Terakhir ketika teman-teman di dunia maya heboh membuat smoothing dan jus, saya juga berkeinginan untuk mencobanya.
Alasan kenapa saya ingin mencoba mengikuti tren minum jus tiap pagi, karena saya menyadari pola makan saya memang kurang bagus. Saya cepat lapar, saya makan banyak, dan saya makan segala yang pengen dimakan.. hiks. Pola makan yang tidak bagus dan ditambah dengan jarang olahraga membuat berat badan saya semakin lama semakin naik. Saya merasa tidak segesit dulu dalam bergerak karena kelebihan berat badan.
Minum jus buah di pagi hari juga dilakukan oleh orang-orang yang menerapkan pola makan food combining. Pelaku food combing disarankan mengonsumsi buah segar karena hal ini sesuai dengan ritme sirkadian. Dalam bukunya 'Mitos dan Fakta Kesehatan', pakar Food Combining Erikar Lebang memberikan penjelasan seperti berikut ini:

  • Pukul 12.00 hingga 20.00, adalah waktunya tubuh mencerna dan menyerap bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya.
  • Pukul 20.00 hingga 04.00, adalah waktunya tubuh memproses makanan yang telah Anda makan pada siang hingga pukul delapan malam dan menggunakannya sesuai dengan keperluan.
  • Pukul 04.00 hingga 12.00, adalah waktunya 'sisa proses' makanan itu dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran, urine, keringat atau napas.

Saat ini, saya belum benar-benar menerapkan food combining, tetapi saya ingin mulai dari sarapan buah dulu. Semoga bisa rutin. Untuk menyemangati kebiasaan baik ini, saya berencana untuk menuliskan perkembangan program menuju food combining ini.


Selasa, 17 Desember 2013

Belajar Menabung Sejak Dini

Ketika usia azzam memasuki 11 bulan, eyang uti membelikan "celengan". Celengan ini terbuat dari plastik jadi ringan dan tidak mudah pecah. Eyang uti memilih celengan plastik agar azzam tidak keberatan waktu mengangkatnya.Celengan ini selain berfungsi untuk menyimpan uang juga  digunakan untuk mainan azzam. Eyang memilih celengan berbentuk ayam  dan kucing. 
Azzam sangat senang sekali memiliki celengan baru. Setiap kali eyang  kakung, eyang uti, mama atau ayahnya memberi uang dia langsung mencari  celengan plastiknya. Terkadang jika eyang memberi 5 buah uang koin Rp  500 azzam marah ketika uang tersebut sudah masuk semua ke dalam  celengan. Mungkin dia masih ingin memasukkan koin-koin yang lain ke  dalam celengan kesayangannya ini. 
Diantara dua celengan tersebut, azzam lebih suka celengan kucing daripada celengan ayam. Azzam lebih suka celengan kucing mungkin  karena azzam memang lebih suka kucing ketimbang ayam. Mungkin juga karena posisi lubang untuk memasukkan uang di celengan kucing lebih strategis dibandingkan celengan ayam.
Saya senang dan mendukung dengan hobby baru azzam ini karena selain untuk melatih motorik halusnya juga untuk mengenalkan azzam tentang uang. Kami mengenalkan azzam tentang uang sejak dini bukan supaya anak konsumtif. Tapi supaya azzam belajar apresiasi tentang uang. 

"Ma, mana koinnya.. Azzam mau ngasih makan kucing"

Kamis, 05 Desember 2013

ASI dan MP-ASI Azzam

Menjadi seorang ibu merupakan cita-cita terbesar seorang perempuan.
Tidak terkecuali saya.
Setelah menikah, saya menjadi sering belajar dan membaca buku maupun artikel mengenai kehamilan, pola asuh dan tumbuh kembang anak.
Terlebih ketika tahu bahwa saya akhirnya hamil setelah menunggu selama 8 bulan. hehe.. alhamdulillah..
Semangat saya untuk belajar semakin tinggi.
Saya juga selalu mendiskusikan dengan suami tentang hal-hal yang baru saja saya pelajari.
Misalnya, tentang ASI (Air Susu Ibu).
Mulai dari membaca artikel, ikut milis, follow twitter, sampai beli buku mengenai ASI juga saya lakukan.
Semakin banyak belajar, kami sepakat bahwa akan memberikan ASI secara eksklusif 6 bulan kepada anak kami nanti.

Waktu yang dinanti tiba, anak kami lahir, dan kondisi waktu itu tidak mendukung untuk hanya memberikan ASI saja kepada anak kami.
Kami terpaksa mengijinkan perawat memberikan susu formula kepada azzam selama 3 hari di rumah sakit.
Saya sangat menyesal, tetapi saya terus berusaha agar tetap bisa menyusui azzam ke depannya.
Alhamdulillah, sesampainya di rumah, azzam dengan mudah belajar menyusu..

Manfaat ASI memang luar biasa.
Selain makanan yang paling lengkap zat gizinya, pemberian ASI juga meningkatkan kedekatan antara anak, ibu dan ayah.
Azzam jadi tidak mudah sakit, tidak rewel, dan tumbuh menjadi anak yang sehat. alhamdulillah.

Ketika memasuki fase makan makanan padat, saya berusaha menyiapkan sendiri makanan yang akan dinikmati oleh Azzam.
Meskipun kadang GTM (Gerakan Tutup Mulut), tetapi atas bantuan keluarga, semua dapat dilalui dengan mudah..

Berikut ini beberapa ekspresi makan azzam dan makanan hasil karya mama azzam..

Azzam dan Alpukat

Azzam dan Sayur Kukus

Azzam dan Ubi Ungu Kukus

Puding Nasi

Azzam Bulepotan

Puding Nasi Ikan 

Nasi Tim Telur Dadar

Sayur Daun Ubi Tumbuk

liburan kali ini memang sangat berkualitas.. 
selain bisa main dengan anak dan bincang2 dengan suami, saya juga bisa masak masakan khas mandailing yang sudah lama saya dan suami tidak menikmatinya.. tada.... 
yap, sayur daun ubi tumbuk..
awalnya tidak berniat memasak sayur ini, tetapi ketika lihat daun ubi yang segar dan memes.. 
hmm.. apa ya bahasa indonesia memes??
jadi muncul ide untuk masak sayur daun ubi tumbuk saja.
untuk membuat masakan lezat ini bahan baku utama yang diperlukan adalah daun singkong..
ada beberapa versi masakan ini, ada yang memasaknya menggunakan bumbu cabai.
ada juga yang memasaknya tanpa cabai yang di kota padangsidimpuan sering disebut "gulai manis"..

yap,, gulai manis daun ubi tumbuk versi mama azzam kali ini dibuat agar satu keluarga bisa makan..
artinya azzam juga bisa makan karena tidak pedas..

bahan-bahan yang dibutuhkan:
daun singkong, siangi
telur puyuh rebus, kupas
bawang putih
bawang merah
batang sereh
daun salam
lengkuas
garam
sedikit gula pasir (jika suka)
santan

cara masaknya:
1. daun singkong yang sudah disiangi dan dicuci ditumbuk menggunakan lumpang batu
2. bawang merah, bawang putih garam dan gula pasir dihaluskan
3. memarkan batang sereh dan lengkuas
4. siapkan air santan, rebus bersama bumbu halus dan bumbu yang sudah dimemarkan
5. jika sudah mendidih masukkan telur puyuh dan daun ubi yang sudah ditumbuk
6. aduk agar santan tidak pecah
7. masak sampai daun ubi tidak berbau langu lagi
8. sayur manis daun ubi tumbuk siap disajikan

inilah penampakannya..
Sayur daun ubi tumbuk
Penampakannya memang kurang menarik karena tidak sempat menyusun dengan rapi di mangkuk, tp rasanya.. hmm sedaap.. Meskipun jika ditambah rimbang dan bunga kecombrang akan lebih sedap..