Minggu, 01 Februari 2015

Babak Baru Drama Kehidupan

Drama kehidupan keluarga kami mencapai babak baru dengan banyaknya perubahan yang sudah kami alami. Saya dan suami pindah kerja yang mengharuskan kami pindah domisili dari Kendal kembali ke Padangsidimpuan. Karena itu anak-anak pun ikut kami boyong ke kota kelahiran suami.

Cerita dimulai ketika bulan September ada pengumuman pembukaan CPNS di IAIN Padangsidimpuan. Mengetahui informasi tersebut, saya yang merasa sudah nyaman dengan pekerjaan kala itu bertekad untuk tidak mendaftar. Tetapi setelah melalui perdebatan panjang semalaman dibarengi dengan drama nangis bak ngiris bawang, saya dan suami sepakat mendaftar. Menjadi dosen adalah minat saya dan suami. Sedangkan memiliki anak dosen pns adalah keinginan mertua yang paling utama. Itu lah yang menjadi salah satu motif kenapa akhirnya saya dan suami ingin mendaftar tahun ini. Di sisi lain untuk jurusan kami, ada 2 formasi berbeda yang dibutuhkan. Artinya saya dan suami tidak harus bersaing untuk mendapatkan posisi yang sama.

Setelah melalui drama yang panjang untuk meminta restu dari orang tua, akhirnya kami memperoleh izin untuk mendaftar. Konsekuensi dari pilihan ini tentu saja bapak dan ibu akan kesepian karena kami harus pindah dari Kendal. Ini sedikit lucu sebenarnya karena sepertinya PeDe sekali akan diterima, sedangkan mendaftar saja belum. Meskipun berat, alhamdulillah bapak ibu memberikan dukungan penuh kepada kami. Terutama berkat doa bapak ibu dan mertua juga Allah banyak memberikan kemudahan dalam prosesnya.

Masa cuti sebelum melahirkan saya gunakan untuk mendaftar online, mengirim berkas, hingga menyiapkan dokumen-dokumen penting lainnya. Masa galau menunggu jadwal tes pun tak sengaja dilalui dengan gembira karena kami kedatangan anggota keluarga baru. Perempuan mungil, sehat, dan in syaa Allah salehah yang kami beri nama Akifa Jannata Siregar. Tak lama kemudian surat panggilan tes cat pun datang. Kami harus melalui tes pada tanggal 14 November 2014 di Padangsidimpuan. Akhirnya setelah berunding dengan suami dan mengumpulkan tabungan untuk ongkos ke Padangsidimpuan, kami pun mendapat tiket tanggal 10 November 2014 dengan rute SRG-JKT-PLZ. Kali ini kami memilih rute tersebut dengan pertimbangan kami harus membawa Akifa yang saat hari keberangkatan masih berusia 38 hari.

SRG

PLZ (Sibolga)

Perjalanan panjang dari Kendal-Semarang-Jakarta-Sibolga-Padangsidimpuan saya, suami dan Akifa pun alhamdulillah berjalan lancar. Hanya sedikit kendala ada di suami yang punya masalah telinga berdenging ketika landing. Kali ini sedikit parah karena suami sampai keringat dingin. Sesampai di Padangsidimpuan kami masih mempunyai waktu untuk menyiapkan mental dan fisik untuk menghadapi CAT.

Hari yang ditunggu tiba, dengan sebelumnya menyiapkan ASIP untuk Akifa, saya berangkat ke lokasi tes diiringi dengan doa suami dan orang-orang yang menyayangi saya. Saya berangkat sendiri karena suami mendapat giliran sesi 2 sedangkan saya sesi 1. Alhamdulillah setelah tes berakhir saya dan suami mendapat nilai yang cukup memuaskan. Kami menduduki peringkat teratas di formasi masing-masing. Sedangkan suami yang hingga akhir sesi pun menduduki peringkat teratas dari semua formasi. Saya sangat bangga dengannya J

Masa-masa menunggu tahap tes selanjutnya pun dilalui dengan drama di mana kami harus resign dari tempat kerja yang lama akibat masa cuti sudah habis. Berat sekali bagi saya berpisah dengan teman-teman seperjuangan dan mahasiswa yang, sunggu sudah seperti anak, adik, dan sahabat. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada teman-teman untuk berjuang mencapai apa yang diinginkan. Juga untuk mahasiswa, in syaa Allah akan dimudahkan dan tetap semangat meskipun harus berpisah dengan dosen rempong, cerewet, galak, tapi ngangenin seperti saya.

Pengumuman tes lanjutan pun sudah datang. Di hari kami melakukan tes lanjutan ini, saya sangat grogi karena saya harus mengalahkan 2 pesaing yang tentu saja sama-sama mumpuni dan sudah berpengalaman. Saya berusaha sekuat tenaga menampilkan yang terbaik. Karena saat itu yang ada di pikiran saya, ketika saya gagal, saya sudah membuang uang dengan sia-sia. Uang apa??? Ongkos pesawat Semarang-Sibolga tidak murah, jadi sayang sekali jika ini sia-sia karena saya kalah akibat tidak sungguh-sungguh dalam ujian.

Sebulan lebih kami menunggu dengan galau di Padangsidimpuan. Saya selalu merindukan sulung kami, Azzam yang terpaksa kami tinggal karena belum pasti juga kami diterima. Jadi sayang ongkos. Apalagi dia kan sudah 2 tahun yang artinya ongkos pesawat pun sama dengan penumpang dewasa. Setelah tes kedua, kami memutuskan untuk pulang ke Kendal mengurus dokumen-dokumen serta melepas rindu dengan Azzam dan bapak ibu.


Baru sehari di Kendal, alhamdulillah kami mendapat kabar baik. Alhamdulillah kami lolos cpns menjadi calon dosen di IAIN Padangsidimpuan. Dan drama pamitan dengan keluarga dan tetangga di Kendal pun dimulai. Keluarga dan tetangga sedih karena harus berpisah dengan Azzam yang unyu-unyu itu. Azzam yang lahir di Padangsidimpuan akan kembali ke tanah kelahirannya. Semoga kami sekeluarga diberi kemudahan, kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi drama kehidupan berikutnya.

Menuju Padangsidimpuan

Keceriaan Azzam di Ruang Tunggu

Reaksi:

11 komentar:

  1. Aku bahagia mendengar berita keberhasilan Tari dan bang Rizal. Pokoknya kudoakan selalu yg terbaik ya say :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak, terima kasih untuk doanya.. doakan juga aku bisa konsisten menulis kayak mba dame :*

      Hapus
  2. Wow salut aku membacanya Mbak Uti. Insya Allah semua lancar, karier berdya melesat di Padangsidempuan ya..Azzam dan adiknya juga sehat wal afiat . Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih mb evi untuk doa dan kunjungannya :)

      Hapus
  3. Sebelumnya aku ucapkan selamatya atas kelulusannya dan diterima sbg CPNS.. Selamat bertugas juga di tempat yg baru..

    BalasHapus
  4. selamat yaa keterima cpns :) semoga keluarganya selalu sehat .. amiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih mbak untuk doa dan kunjungannya :)

      Hapus
  5. Ihh, Akifa keren, baru 38 hari udah terbang. ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mak, melalui 3 kali penerbangan dengan transit dengan nyaman, cuma rewel sebentar pas dia mau bobok tp disuruh nenen terus sama emaknya.. :D

      Hapus
  6. Selamat ya mak udah keterima di tempat yg baru, moga2 betah...
    Salut deh perjalanan segitu jauh bawa bayi umur sebulan... luar biasa !

    BalasHapus